Dr. Jack C. Richards
(Diklat Management of Training, RELC, S’pore 2005)
Kegiatan di ruang kelas, proses belajar mengajar sering melibatkan beberapa asumsi:
- Di segala jenis lembaga sekolah atau pendidikan, terdapat para guru yang memiliki tingkat pengalaman, pengetahuan dan keahlian yang berbeda. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman merupakan sumber perkembangan profesional yang tidak ternilai.
- Guru biasanya termotivasi untuk melanjutkan perkembangan profesional mereka ketika mereka memulai karirnya.
-Pengetahuan mengenai pengajaran dan pembelajaran bahasa merupakan kondisi yang tidak pasti dan tidak lengkap dan uru perlu kesempatan terus menerus untuk mengubah pengetahuan profesional mereka.
-Di ruang kelas, bukan hanya siswa yang belajar – namun guru juga bisa belajar.
-Guru bisa memainkan peranan aktif dalam perkembangan profesional mereka.
-Sekolah dan pihak Dinas Pendidikan bertanggung jawab untuk memberikan kesempatan bagi kelanjutan pendidikan profesional dan untuk mendorong guru agar berpartisipasi dalam pendidikan profesional tersebut.
-Namun, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan profesional tersebut harus direncanakan, didanai dan mendapat dukungan
Pelatihan guru berbeda dengan pengembangan guru. Yang dimaksud dengan pelatihan guru adalah kegiatan yang langsung difokuskan pada tanggung jawab guru saat ini dan biasanya merupakan tujuan jangka pendek. Selain itu, pelatihan guru biasanya ditujukan untuk para guru pemula. Pelatihan guru bisa dalam bentuk:
-Belajar bagaimana menggunakan strategi yang efektif untuk membuka pelajaran
-Mengadaptasi buku pelajaran agar sesuai dengan kelas
-Belajar bagaimana menggunakan kegiatan kelompok dalam pembelajaran
-Menggunakan teknik pemberian pertanyaan yang efektif
-Menggunakan alat bantu dan media dalam kelas
-Teknik untuk memberikan tanggapan atas penampilan siswa, dsb.
Sebaliknya, yang dimaksud dengan pengembangan guru adalah perkembangan umum yang tidak berfokus pada tugas tertentu. Pengembangan guru memiliki tujuan jangka panjang dan memfasilitasi perkembangan pemahaman guru mengenai pengajaran dan mengenai diri mereka sendiri sebagai guru. Pengembangan guru bisa dalam bentuk:
-Memahami bagaimana proses perkembangan bahasa kedua terjadi
-Memahami bagaimana tugas guru berubah menurut jenis siswa yang diajar
-Memahami jenis pengambilan keputusan yang muncul selama terjadinya pelajaran
-Melihat sendiri teori dan prinsip pengajaran bahasa kita
-Mengembangkan pemahaman mengenai gaya pengajaran yang berbeda
-Menentukan persepsi siswa mengenai kegiatan kelas
Untuk mengembangkan kemampuan dan kinerja gutu dalam ruang kelas, kegiatan-kegiatan seperti tersebut di bawah ini bisa dilaksanakan:
Observasi Teman
Observasi ini tidak perlu melibatkan adanya evaluasi. Kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Di Jepang, Kegiatan ini berhasil dikembangkan dalam bentuk Lesson Study. Guru memiliki kesempatan untuk saling mengobservasi kelas masing-masing. Banyak guru yang tidak suka diobservasi karena biasanya observasi ini dihubungkan dengan evaluasi , meskipun dalam hal ini sebenarnya bukan demikian. Tujuan untuk mengobservasi guru di kelas lainnya:
-Melihat bagaimana guru lain melaksanakan kelas mereka
-Membandingkan berbagai gaya pengajaran yang berbeda
-Mengumpulkan informasi mengenai pengajaran
-Melihat tingkat pengalaman guru yang berbeda-beda
Observer adalah mata tambahan untuk guru (Guru bisa meminta guru lainnya untuk melihat apa yang terjadi di dalam kelas yang tidak sempat terlihat oleh guru utama: seperti seorang asisten). Observasi merupakan kesempatan bagi para guru untuk saling mengoservasi satu sama lain. Dalam observasi, harus ada dua orang guru yang saling bergantian mengobservasi satu sama lain.
Beberapa informasi yang bisa diperoleh dalam hal ini:
-Bagaimana guru memulai dan mengakhiri pembelajaran
-Bagaimana guru menghabiskan waktu dalam suatu pembelajaran
-Bagaimana guru memberikan tugas kepada siswa
-Bagaimana guru mengatasi siswa yang bermasalah
-Bagaimana guru mengatur kelompok belajar
-Bagaimana guru membimbing siswa ketika mereka belajar
-Bagaimana cara guru memberikan pertanyaan
Guru bisa saling mengobservasi satu sama lain, walaupun mereka tidak memiliki disiplin ilmu yang sama. Yang menjadi hal utama dalam hal ini adalah obyektivitas seseorang dalam melihat suatu kelas. Guru harus menentukan apa yang akan dilihat oleh seorang observer. Ketika saling mengobservasi, pihak yang mengobservasi harus berhati-hati agar tidak terlalu kritis dalam ruang kalas karena bisa membuat guru menjadi malu. Terutama dalam pengajaran pengucapan bahasa Inggris, jika Anda memiliki hubungan yang dekat dengan guru, maka bisa saja Anda mengkritiknya di depan umum, namun, bisa juga Anda membuat catatan dan melakukannya berdua saja agar guru tidak merasa malu. Yang dimaksud dengan observasi teman adalah adanya pengamat atau guru lain untuk melihat dan memonitor bahasa yang digunakan selama belajar atau bagian dari suatu pembelajaran untuk memperoleh pemahaman mengenai beberapa aspek pengajaran, pembelajaran atau interaksi kelas. Terkadang observasi teman ini dihubungkan dengan evaluasi sehingga seringkali dilihat sebagai suatu ancaman atau pengalaman yang negatif. Dalam hal ini, pengamat hanya mengumpulkan informasi untuk guru.
Pelatihan Teman
Dua guru berusaha untuk saling mempelajari satu sama lain mengenai topik tertentu. Salah satunya harus lebih ahli daripada yang lainnya. Guru yang ahli membagi ide tentang bagaimana mengajar. Pelatihan teman adalah suatu prosedur dimana dua orang guru berkolaborasi untuk saling membantu satu sama lain atau kedua guru saling meningkatkan beberapa aspek dalam pengajaran mereka. Kegiatan ini bisa terjadi dalam bentuk:
-Serangkaian percakapan informal
-Kolaborasi materi pembelajaran
-Mengobservasi kelas
-Mengajarkan gaya pembelajaran dan pendekatan kepada siswa
-Merekam kelas (dilakukan oleh guru yang ahli) dan menontonnya bersama-sama dengan guru lain.
Pelatihan teman bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi dua orang guru untuk melihat masalah pembelajaran dan mengembangkan suatu jalan keluar yang bisa dilakukan. Bisa juga digunakan untuk membantu guru baru untuk lebih banyak belajar dari teman yang lebih berpengalaman. Juga, pelatihan teman ini memberikan konteks suportif dimana guru yang baru bisa mencoba materi pembelajaran dan pendekatan. Juga bisa mengembangkan kedekatan antar teman sekerja.
Pelatihan teman bisa dilaksanakan dalam tingkat formal atau informal. Jenis pelatihan teman ini bisa dalam bentuk melihat teman melakukan pengajaran, memberikan tanggapan atas pengajaran dan memberi pelatihan pada teman. Guru terkadang malu mengakui kalau mereka memiliki masalah. Jadi, kadang sulit untuk melakukan kegiatan ini karena dianggap sebagai evaluasi.
Portofolio
Portofolio adalah kumpulan dokumen dan hal-hal lainnya yang memberikan informasi mengenai berbagai aspek yang berbeda dalam kerja seorang guru. Portofolio berfungsi untuk menggambarkan dan mendokumentasikan kinerja guru, untuk memfasilitasi perkembangan profesional, dan untuk memberikan refleksi dan tanggapan dasar.
Keuntungan dari penggunaan portofolio termasuk memberikan demonstrasi bagaimana seorang guru melakukan pendekatan atas kerjanya dan memberikan bukti mengenai pemikiran individual seorang guru, kreativitas, sumber daya dan keefektifannya. Juga bisa berfungsi sebagai sumber untuk pembahasan dan refleksi.
Ada dua jenis portofolio:
Working portfolio, berisi mengenai hal-hal yang menunjukkan bahwa seorang guru telah mengalami kemajuan dalam mencapai tujuan tertentu. Sebaliknya,
showcase portfolio, didesain untuk menunjukkan hal terbaik dari seorang guru. Biasanya portofolio jenis ini digunakan untuk mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan promosi.
Action Research
Ada dua jenis penelitian:
1. Action Research (Penelitian Tindakan): dilaukan oleh guru. Berdasarkan pada suatu masalah dan berujuan untuk memecahkan permasalahan dalam kelas dengan mengenalinya adanya permasalahan. Tindakan adalah strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2. Pure Research (Penelitian Murni): memahami fenomena, mengembangkan hipotesa, mengembangkan desain penelitian, melakukan penelitian, menganalisa/menginterpretasi hasil temuan = PENELITIAN EKSPERIMENTAL
Action research terdiri dari sejumlah tahapan:
1. Perencanaan
2. Tindakan
3. Observasi
4. Refleksi
Ada empat langkah yang dilakukan dalam action research:
1. Memilih suatu isu
2. Mengumpulkan informasi mengenai isu tersebut
3. Mengembangkan suatu rencana tindakan dan mengobsrvasi akibatnya
4. Berbagi hasil temuan dengan orang lain
Identifikasi masalah
↓
Mengubah masalah tersebut menjadi suatu pertanyaan
↓
Meneliti suatu masalah, yaitu melalui pengumpulan informasi
↓
Merencanakan intervensi
↓
Melaksanakan rencana, mengobservasi hasilnya
Contoh 1:
1. Identifikasi masalah: Banyak siswa saya yang memiliki masalah dengan pengucapan dalam Bahasa Inggris.
2. Buatlah pertanyaan mengenai hal tersebut: Bunyi mana yang mereka sering mengalami masalah?
3. Sarankan mengenai cara mengumpulkan informasi: Kumpulkan informasi mengenai beberapa bentuk kesalahan (bunyi) paling umum yang mereka sebutkan.
4. Sarankan rencana intervensi: Guru langsung membenarkan kata-kata yang diucapkan siswa tanpa mengajarkan masing-masing bunyi.
Bagaimana: Perhatikan bunyi tertentu dimana siswa mengalami masalah.
Contoh 2:
1. Identifikasi masalah: Guru tudak berpartisipasi aktif dalam workshops yang kita adakan.
2. Buatlah pertanyaan mengenai hal tersebut: Mengapa guru tidak berpartisipasi aktif dalam workshops?
3. Sarankan mengenai cara mengumpulkan informasi: Observasi
4. Sarankan rencana intervensi: Mendesain kembali (merevisi) kegiatan, mengubah kegiatan, menggunakan prosedur kelas yang berbeda (MUNGKIN kelasnya terlalu besar)
No coment,because you is the best lecturer. I hope lesson information technology can to grow in comunity.thanks you.
Oleh: jamilludin on Oktober 22, 2008
at 2:32 am
Ass Sir..
Sorry if my grammar have many mistakes…
I want to answer to you…
1.How to create a blog?
2.How to make me not nervous if I want to say anything and if I teach my student…
Isi blog Bapa bagus banget deh, bisa menambah wawasan dan menambah informasi…
Truskan KREASINYA ya Pa…
SMANGAT…
tHANK’S
Banjarmasin, 22 Oktober 2008
MURSIDAH ^_^
1&2. learning by doing. So, why don’t you try from now???
Oleh: Mursidah 306.08.12.020 on Oktober 22, 2008
at 11:56 am
i fell that your article about developing the teacher training curriculum is very good. it is one way for developing our education in Indonesia also in other countries. also as teachers, we have to understand about education. as a teacher English it ofcours we have to know about english and also as a muslim teacher we have to develop our education, not just about IFTEK but also about IMTAQ.
Oleh: Siti Maisarah on Oktober 24, 2008
at 7:29 am
i fell that your article about developing the teacher training curriculum is very good. it is one way for developing our education in Indonesia also in other countries. also as teachers, we have to understand about education. as a teacher English it ofcours we have to know about english and also as a muslim teacher we have to develop our education, not just about IPTEK but also about IMTAQ
That’s not my article, actually. I just resume it from what I got before. Thanks to Mr. Jack Richard
Oleh: Siti Maisarah. NPM:306.08.12.075. CLASS MORNING A. SEMESTAR 1 on Oktober 24, 2008
at 7:32 am
my comment about your article.
i agree what you said in your article. its very good article, that will develop our education. may be until here thanks…..
Oleh: Siti maisarah 306.08.12.075 on Oktober 29, 2008
at 1:53 am
asslm….
i’ll give some comment for your article
its right that teacher have to evaluate their selves. and as a teacher have to understand what students need and how their character are..
so as a teacher we can face them as good as possible
may be just it comment from me. thanks
wassalm…
Oleh: Siti maisarah 306.08.12.075 on Oktober 29, 2008
at 2:38 am
Ass.
Hi, Mr.Wahyu
my name is Reri Kumala Sari Reg no. 3060812003
student english department STKIP Banjarmasin Morning A
I think your blog is very nice
I like it…
Wss…
Oleh: reri kumala sari on Oktober 29, 2008
at 1:14 pm